Surat Terbuka Buat Mendikbud Republik Indonesia

Surat Terbuka Buat Mendikbud Republik Indonesia adalah sebuah tulisan berbentuk surat terbuka, agar dibaca oleh Menteri Pendidikan Republik Indonesia. Semoga surat ini mendapat perhatian dengan seksama, agar pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik dan maju ke depannya.

Surat Terbuka Buat Mendikbud Republik Indonesia

Teriring salam dan do’a semoga Bapak Mendikbud RI dalam mengemban amanah memajukan pendidikan senantiasa dlm keadaan sehat selalu dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Bapak Menteri yg kami hormati Kebijakan Mendiknas dalam PPDB pada tahun pelajaran 2017/2018 SMA diperbolehkan menerima murid sampai 12 rombel dan SMK sampai 24 rombel. Apakah kebijakan tersebut telah Bapak fikirkan dampak buruknya? Sudahkah Bapak pikirkan mengurus siswa dengan jumlah seperti itu tidak akan menjadi masalah dalam satu sekolah? Dalam satu sekolah (SMA) berarti bisa mengelola murid sebanyak 1.296 siswa (kls 1-3), karena satu angkatan bisa menampung 12 rombel @ 36 siswa= 432 siswa. Apalagi untuk SMK bisa dalam 1 sekolah mencapai 2.500 siswa. Dampak pengelolaan yg berlebihan tersebut selain akan kacau dalam satu sekolah, lainnya adalah sekolah swasta tidak kebagian murid. Ini berarti akan ada banyak sekolah swasta yang sudah tutup.

Apa tidak sebaiknya dikembalikan pada tipe SMA seperti dulu, tipe A=9 rombel paralel, type B=6 rombel paralel dan type=3 rombel paralel. Sedangkan untuk SMK sebaiknya ada pembatasan prodi, misal satu SMK hanya boleh menyelenggarakan maks. 4 prodi.

Kiranya Bapak Menteri dalam PPDB TP 2018/2019 bisa mempertimbangkan perbaiki kebijakan tersebut, hal ini tentu bukan semata-mata untuk kepentingan sekolah swasta yg konon sudah ada sejak sebelum negara ini merdeka, demikian juga guna tercapainya pendidikan karakter yg juga bapak programkan.

Kami percaya bahwa Bapak Menteri bukan milik sekolah yg diselenggarakan pemerintah saja (Sekolah Negeri) tapi juga milik kami perguruan swasta di persada nusantara ini.

Demikian juga kepada Gubernur di seluruh Indonesia krn saat ini pengelolaan SMA/SMK di tingkat Prov, kami berharap mempertimbangkan alasan tersebut di atas, kami percaya bapak2 akan perpihak kpd kepentingan semua pihak.

Semoga.

Terima kasih.
Iwan Ruswandi (Pemerhati Pendidikan dan Penyelenggara Perguruan Swasta)